Explore Zona Dewasa

Viral Cerita Sex Ibu Selingkuh dengan 6 Pria Brutal 2

  Iklans.com - Besok sorenya, lagi-lagi aku mandi di sungai bareng Akbar.

“Tadi malam kemana lo?” pancingku.
“Biasalah, tugas.” Jawabnya.
“Tugas apa?”
“Nyari uang-lah. Ada Ibu yang gatal pengen ku entotin, kan lumayan uangnya.”
“Memangnya berapa Ibu sih yang biasa kau entotin?”
“Cuma satu kok.”
“Dimana ngentotnya?”
“Kau ini mau tau aja. Rahasialah.”
“Ya, bagi-bagi pengalaman kenapa sih.”
“Kecuali yang ini, bahaya.”
“Kapan kau ajak aku ketemu sama temanmu yang bias dipake?”
“Malam minggu ini aja, gimana?”
“Malam ini aja.”
“Nggak bisa, aku masih ada tugas.”
“Tugas lagi, sama Ibu itu?”
“Iya, nafsunya gede lo, makanya suka nggak puas, tadi malam aja aku nggak sempat orgasme kok, mau ngelanjutin malas, nggak bawa pelicin sih, aku mau ngentotin pantatnya, kalo memeknya udah blong, nggak enak. Makanya begitu dia kelar, aku selesai juga.”
“Nanti malam dimana?”
“Ya ampun, ya rahasialah, nanti kau ngintip pula.”
“Ya udah.”
Lalu kami mandi berdua, telanjang, kuperhatikan kontolnnya yang sering diisap Ibuku.

***

Malamnya aku udah bersiap-siap dengan kamera. Jam delapan aku udah masuk kamar. Jam sembilan malam kudengar suara telepon, mungkin itu dari Akbar pikirku. Setengah jam kemudian kudengar lagi pintu belakang dibuka. Aku pikir mereka mau melanjutkan yang tadi malam di pondok. 5 menit setelah ibuku keluar, aku langusng keluar dengan menenteng kamera.

Tapi di pondok tidak kudapati suara-suara maupun cahaya lilin. Aku ke belakang pondok dan melihat nyala senter di kejauhan. Aku tahu itu jalan menuju ke sungai yang melewati sawah dan kebun. Aku langsung bearnjak mengikuti cahaya itu. Untung malam purnama, jadi aku masih bisa melihat jalan. Aku semakin dekat dengan cahaya itu, kulihat Ibuku jalan sendiri, mungkin Akbar menunggu di suatu tempat. Tapi dimana, aku juga masih bingung. Mungkin di salah satu pondok di sawah. Semakin dekat ke sungai setelah melewati sebuah kebun membuat aku semakin bingung. Mau apa mereka di sungai?

Jalan itu terus ku lalui, itu jalan ke sungai tempat aku dan Akbar mandi sore. Lalu kulihat Ibuku turun terus ke sungai, aku mengambil jalan lain dan mengintip dari atas. Kulihat ada nyala rokok di bawah, lalu nyala senter. Ibuku dan Akbar. Ternyata di rumput di pinggir sungai sudah ada sebuah tikar dan Akbar tengah duduk disana. Ibuku langsung menghampiri. Aku beranjak lagi sedikit ke timur supaya dapat melihat dengan jelas. Jarakku dengan mereka Cuma sekitar 6 meter. Untung suara air meredam suara derak kayu yang kuinjak.
Akbar memakai celana pendek, sedangkan Ibuku seperti biasa memakai daster.

Bulan diatas membuat segalanya terlihat jelas dan terang. Mereka mengobrol pelan.
“Jangan-jangan anakmu tahu tentang hubungan kita.” Kata Akbar.
“Kok bisa?” Tanya Ibuku.
“Yah siapa tahu aja, dia kan sudah dewasa, mungkin logikannya bisa sampai kesana, apalagi waktu malam di pondok itu aku mendengar langakh-langkah orang.”
“Kalau dia tahu, kenapa dia nggak bilang?”
“Mungkin dia takut, atau malu.”
“Udah ah, nggak usah bahas itu.” Kata Ibuku manja sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Akbar. Akbar mengelus rambut Ibuku sambil membuang rokoknya.

Lalu dia membaringkan tubuh Ibuku di tikar, dia terbaring disampingnya. Lalu Akbar mulai mengulum pelan bibir Ibuku yang membalasnya pelan. Tangan akbar bergerilya di payudara dan vagina Ibuku. Dasternya ditarik hingga terlihat CDnya. Tangan Akbar merogoh dan mengelus-elus vagina Ibuku yang masih dibalut CD. Cumbuan akbar turun ke leher dan sekitar kuping dalam Ibuku yang melenguh pelan. Rmabut Akbar diremas-remas.
Cumbuan Akbar turun ke payudara Ibuku yang dilapisi daster, terus turun ke bawah, tangannya menyingkap daster Ibuku dari bawah ke atasa, ibuku sengaja mengangkat badannya hingga Akbar dengan mudah membuka seluruh daster lepas dari Tubuhnya.

Kini Ibuku Cuma memakai CD dan Bra saja. Akbar membuka baju kaos dan celananya sekaligus menyisakan CD yang penisnya seolah sudah mau mneyeruak keluar. Lalu dia mencumbu kaki Ibuku pelan, menciuminya kearah atas dan bagian dalam Paha Ibuku. Semakin kedalam membuat Ibuku menggelinjang pelan. Melenguh pelan. Kaki Ibuku satu diangkat akbar dan diciuminya sampai ke pangkal paha. Sesekali digigitnya paha Ibuku. Lalu Akbar menggigit CD ibuku dan menariknya hingga terbuka lepas dari kaki. Baca selengkapnya!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral Cerita Sex Ibu Selingkuh dengan 6 Pria Brutal 2"

Posting Komentar