Iklans.com - Menjelang jam 3 pagi, terdengar pintu terbuka, Della bersama Vivi masuk dalam keadaan telanjang bulat. Della duduk di pinggiran ranjang membelakangiku dan Vivi di kursi sambil menyalakan sebatang rokok putih.
“Vi.. Lu mau ngisep lagi kan?” Della membuka front sambil tangannya merambat ke belakang meraba penisku. Aku membalas dengan meremas buah dada Della yang berada di depanku.
Lalu Della bangkit serta manarik tangan Vivi untuk mendatangiku. Della menciumku dengan ganas dan tangannya menarik tangan Vivi agar memegang penisku. Aku tak tinggal diam, aku berdiri sambil meraih pinggang Vivi, kutarik ke dalam pelukanku sambil kucium bibirnya, lidahku kumasukkan ke dalam mulutnya. Vivi tak kalah panas, lidahnya menyusuri seluruh permukaan bibirku lalu mendorong lidahnya ke dalam mulutku. Lidah kami bertautan. Vivi mulai menjilati leherku. Aku bisiki sesuatu pada Della, lalu dia tersenyum.
Jilatan Vivi mencapai seluruh permukaan leherku, lalu Vivi menarik kausku lewat kepala. Della memeluk Vivi dari belakang sambil meremas-remas buah dadanya. Vivi keenakan sambil memegang tangan Della untuk terus meremasnya. Tangan Vivi turun mengarah ke penisku dan meremasnya. Seketika penisku mengeras.
Sementara tangan Della sibuk meremas buah dada Vivi dari belakang, aku mengelus vaginanya dan mencari clitorisnya, kutekan sambil kuputar-putar jariku memberi rangsangan pada clitorisnya. Vivi semakin liar menciumi tubuhku. Della sudah berjongkok di bawah menarik penisku memasuki mulutnya. Penisku yang belum mengeluarkan sperma sama sekali langsung berdiri dan mengeras di dalam mulut Della, sementara jari tanganku sudah memasuki vagina Vivi, kukocok keluar masuk, kutambah dengan satu jari lagi hingga Vivi menggeliat keenakan.
Vivi mendorong aku duduk di sofa dan dia berjongkok meraih penisku dan mulai menjilati ujungnya sampai seluruh lingkaran kepala penisku. Della tak tinggal diam, dia naik ke sofa, duduk di perut membelakangi aku, sehingga aku melihat punggung dan vaginanya tepat di depan mulut Vivi yang sedang menghisap penisku. Vivi tidak bereaksi melihat vagina Della, lalu Della berbalik dan menyodorkan vaginanya ke mulutku, langsung kutangkap dengan bibir dan lidahku mengorek-ngorek vaginanya.
“Vir.. Enaakh vir.., lebih dalem lagi viir..” desah Della.
Sementara Vivi sudah memasukkan penisku ke dalam mulutnya, cuma masuk setengahnya dikarenakan posisi dudukku yang membuat ruang gerak Vivi menjadi terbatas. Aku berbaring di sofa, sekarang Vivi naik ke sofa, berlutut di antara kakiku dengan mulut yang masih penuh terisi penisku. Kepalanya mulai naik turun sehingga mulutnya mengocok penisku. Dalam posisi ini, pantat Vivi menungging ke atas, lalu Della berjongkok di wajahku dan menekankan vaginanya ke mulutku, aku bermain-main dengan vaginanya, kukorek vaginanya dengan lidahku, kuputar lidahku di dalam vaginanya hingga Della makin kencang menekan vaginanya di mulutku.
Tak lama, Vivi memutar tubuhnya sehingga kami berposisi 69, perputaran Vivi agak mendorong Della sehingga vagina Della yang sedang aku jilati digantikan oleh vagina Vivi. Aku dapat menjilati vaginanya dengan lapang dan Vivi dapat mengulum penisku dengan leluasa. Dalam posisi ini, Della berlutut di belakang kepalaku dan wajahnya diturunkan serta berusaha mencium bibirku.
Terkait
“Vi.. Lebih dalam lagi..” aku mendesah.
Vivi berusaha untuk memasukkan penisku lebih dalam lagi, namun tetap tidak dapat masuk semua sampai kadang dia tersedak. Lidahku menggapai vagina Vivi, kujulurkan serta kujilat seluruh permukaan vaginanya. Vivi mengerang keenakan. Dalam kesulitan Della mencapai mulutku, akhirnya Della menemukan pantat Vivi di depan mukanya, Della menjilati permukaan pantat Vivi, merambat sampai permukaan lingkaran anusnya, dilingkarinya anus Vivi memakai ujung lidah Della yang tajam. Kedua lubang Vivi diserang oleh lidahku di vaginanya dan lidah Della di anusnya. Lalu Vivi menengadahkan kepalanya melepaskan penisku dari kulumannya. Wajib baca!

0 Response to "Viral Cerita Party Sex Paling Seru dan Nikmat 3"
Posting Komentar